Mengenai peran perempuan dalam politik dan kekuasaan bukanlah hal yang berbeda. Semenjak masa-masa terdahulu, peran perempuan seolah berada pada tingkatan yang berbeda dengan laki-laki yakni di bawah. Hal ini terjadi kepada akses-akses perempuan terhadap kekuasaan dan politik. Kesempatan perempuan dalam politik dan kekuasaan semakin terpisahkan.

Presentase Keterwakilan Perempuan di DPR 1955-2004
Presentase Keterwakilan Perempuan
di DPR 1955-2004


Padahal, pada dasarnya kekuasaan dan politik tidak akan terlepas dari peran perempuan. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pada dasarnya yang memberdakan laki-laki dan perempuan hanya segi biologisnya dimana hanya perempuan yang mengandung, melahirkan, menyusui dan medapati siklus menstruasi sedangkan laki-laki tidak. Perempuan tidak hanya memiliki kontribusi dari segi reproduksi, tapi juga proses produksi secara ekonomi. Pentingnya peran perempuan yang begitu penting seringkali kurang atau bahkan tidak di apresiasi secara memadai.

Perempuan tidak hanya memiliki kontribusi dari segi reproduksi, tapi juga proses produksi secara ekonomi

Saat ini keadaan di lingkungan lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif kita masih memiliki kecenderungan bahwa dominasi laki-laki itu yang utama. Padahal sangatlah penting peran perempuan kepada ketiga lembaga tersebut selain untuk menciptakan keadilan gender yang lebih baik, peran perempuan juga sangatlah penting untuk memberikan kritik dan saran. Hal ini untuk menghindari penindasan terhadap suatu golongan terhadap golongan lain.


Dalam menjalani peran pentingnya, pendidikan dan sumber mata pencaharian menjadi alat utama perjuangan perempuan untuk mencapai kesetaraannya.

Melalui kedua hal tersebut, perempuan akan memiliki bargaining power yang lebih besar.

Mengingat  dugaan abstrak Karl Marx pada paruh abad 19 atas hak kesetaraan dengan mempertimbangkan keadaan ekonomi dan sosial. Ketidak setaraan sosial diantara individu-individu. Pertanyaan yang muncul adalah mungkinkah perempuan masa kini dapat mengakses lembaga-lembaga negara untuk memperjuangkan aspirasi mereka ?

NO COMMENTS

Leave a Reply