Irhamna, Penulis merupakan Peneliti pada CEPP FISIP UI dan Mahasiswa Pascasarjana Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dinamika politik di Korea Selatan setelah pemakzulan Presiden Park-Geun Hye semakin menarik untuk diamati. Pemilu Presiden untuk menentukan suksesornya pun harus digelar dalam jangka waktu dua bulan sejak pemakzulan. Sistem pemilu yang dianut oleh Korea Selatan adalah sistem mayoritarian, first past the post (FPTP).  Dalam Pemilu Presiden yang dihelat pada 9 Mei 2017 yang lalu, terdapat 15 calon presiden, dua diantaranya mengundurkan diri sebelum pemilihan. Dari jumlah tersebut terdapat tiga calon yang bersaing secara ketat, Moon Jae-in (Democratic), Hong Jun-pyo (Liberty Korea), dan Ahn Cheol-soo (People’s Party). Hasilnya, Moon Jae-in berhasil meraih suara tertinggi mencapai 41%, jauh meninggalkan Hong Jun-pyo (24%), dan Ahn Cheol-soo (21%).

Partisipasi politik menjadi elemen penting dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2017. Mengacu kepada data yang dirilis oleh National Election Commission, tingkat partisipasi pemilih mencapai angka 77% yang menjadikannya tertinggi dalam dekade terakhir. Salah satu yang mendorong adalah, tingginya partisipasi dari pemilih muda Korea Selatan. Kekecewaan pada rezim Park Geun-hye menyebabkan mereka tidak lagi ingin memilih “yang sama”. Pemilu Presiden 2017 juga disemarakkan oleh berbagai hasil industri kreatif dan budaya populer, penggunaan ikon-ikon seperti animasi Game of Thrones, Pokemon GO, dan aksi dabbing dari para calon Presiden dalam sebuah tayangan pada televisi jaringan nasional, SBS[1] menjadikan Pemilu 2017 ini semakin berbeda. Sebelumnya, pada Pemilihga Regional tahun 2010, salah satu ikon budaya populer Korea Selatan, So Nyuh Shi Dae (SNSD/Girls Generation) meluncurkan sebuah video musik berjudul “Lalala” yang digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mengajak pemilih untuk memberikan hak suara mereka dalam pemilihan.

Berbicara soal partisipasi pemilih muda, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam pilihan lintas generasi dalam Pemilu 2017. Mengutip The Diplomat, data exit poll menunjukkan bahwa terdapat 47,6% pemilih berusia 20-40 tahun (mereka yang lahir dan berkembang dalam rezim demokratis) memilih Presiden Moon, kandidat dari Partai Demokrat yang berideologi liberal.  Sementara itu, hanya sekitar 24,6% dari kelompok umur 60-70 tahun yang memilih Presiden Moon[1]. Kondisi ini mencerminkan perilaku memilih bahwa pemilih muda lebih mendukung ide-ide yang lebih liberal, terbuka, dan keinginan untuk berubah, dan para pemilih berusia tua masih cenderung untuk mendukung ide-ide konservatif, dan pro status-quo.

Selain meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara pasca-uji coba peluncuran peluru kendali balistik oleh Kim Jong-un, salah satu tantangan terbesar bagi Presiden Moon adalah masalah pengangguran generasi muda Korea Selatan. Meningkatnya tingkat pengangguran di kalangan muda yang merupakan basis pendukung dari Presiden Moon menjadi isu khusus yang menjadi bahan kampanye dalam program “National Interest First”. Presiden Moon berencana untuk mengeluarkan paket kebijakan berupa stimulus untuk membuka sekitar 800.000 lapangan pekerjaan pada sektor publik.

Sebagai penutup, menurut saya pelajaran penting yang dapat diambil dari Pemilu Presiden Korea Selatan 2017 adalah harapan itu dimiliki oleh generasi muda. Perubahan menuju peradaban yang lebih baik menjadi pilihan yang selalu didorong oleh generasi ini. Mendorong generasi muda untuk terus berpartisipasi dalam politik adalah bentuk nyata dari sebuah investasi demokrasi.

It can’t be dragged any longer, there’s something to do right now. Gather all of the public opinions and vote for the righteous and honest candidates. The vision of a proud and dignified Republic of Korea will come true – Lalala, So Nyuh Shi Dae.


[1] Steven Denney, “South Korea’s 19th Presidential Election: Lessons Learned” dikutip dalam http://thediplomat.com/2017/05/south-koreas-19th-presidential-election-lessons-learned/ diakses pada 15 Mei 2017, pukul 14:11 WIB.

[1] Lebih lanjut dalam https://www.theverge.com/2017/5/9/15592040/korean-presidential-election-results-graphics-sbs-news diakses pada 15 Mei 2017, pukul 10:21 WIB.

NO COMMENTS

Leave a Reply