Pemilih Muda adalah Pemilih Cerdas. Pada tahun 2018, Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta pemilihan kepala daerah pada 16 kabupaten/kota. Mengacu proyeksi penduduk yang dilakukan oleh BPS Provinsi Jawa Barat tahun 2015, setidaknya terdapat 12,2 juta penduduk yang berada dalam rentangan usia tersebut, atau mencapai 28,3% dari total penduduk atau 37,2% bila dibandingkan dengan jumlah DPS Pilpres 2014 di Jawa Barat. Jumlah tersebut menunjukkan signifikansi suara Pemilih Muda dalam Pilgub Jawa Barat nanti. Pertanyaannya, seberapa besar peran Pemilih Muda dalam Pilgub Jawa Barat?

Dengan berlandaskan motivasi untuk mempersiapkan masa depan bangsa dan negara serta untuk menjaga agar Pilgub Jabar 2018 dapat berjalan dengan baik, dan menghasilkan output pilkada yang memiliki legitimasi untuk memimpin pemerintahan, maka program pendidikan politik untuk pemilih muda sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Untuk itu KPU Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan 30  PTN/PTS yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat, memandang perlu untuk melakukan fungsi pendidikan politik guna meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pilgub Jabar 2018.

Gerakan Rock The Vote Indonesia adalah gerakan pendidikan pemilih muda di bawah naungan Central for Election and Political Party (CEPP) FISIP UI yang berjejaring dengan 45 PTN/PTS se-Indonesia, yang kali ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Rock The Vote Indonesia diselenggarakan pada Minggu, 18 Maret 2018 di Taman Lingkar & Aula Terapung Perpusaatakan Pusat Universitas Indonesia, Depok.

Kegiatan Rock The Vote Indonesia di antaranya belajar demokrasi, politik, dan pemilu dirancang dengan metode diskusi di ruang terbuka bersama dengan para Tutor Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia, baik tingkat sarjana maupun pasca sarjana. Para peserta akan dibagi menjadi kelompok-kelompok dan dibimbing oleh para Tutor Mahasiswa. Metode pendidikan pemilih muda ini diharapkan terjadi dialog antar pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.  Selain diskusi dengan tutor, peserta juga mengikuti Election Mock, yakni simulasi cara memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mengikuti pemutaran film.

Perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Barat, Nina Yuningsih, M.M dalam sambutannya mengatakan, pentingnya anak muda dalam memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pemilu Sementara Pejabat Universitas Indonesia diwakili oleh Chusnul Mar’iyah Ph.D dalam pidatonya menyampaikan bahwa Pemilu merupakan kunci dari pembangunan negara di masa yang akan datang, karenanya semua harus turut terlibat dalam pelaksanaan pemilu. Narasumber Pakar yang hadir adalah Dr. Abdul Aziz, S.R. dan Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos, MA, beliau menegaskan bahwa pendidikan politik bagi pemilih muda sangat penting karena, melalui pemilu kita dapat memilih pemimpin yang tepat, khususnya di kota Depok.

Data dari KPU Provinsi Jawa Barat, dari jumlah DPT Pilgub Jawa Barat 2018 sebesar 32,4 juta jiwa sebanyak 30% nya adalah pemilih muda. Oleh sebab itu urgensi pendidikan politik bagi pemilih muda adalah untuk meningkatkan partisipasi dalam Pilgub Jawa Barat 2018, yang ditargetkan oleh KPU Provinsi Jawa Barat sebesar 75%.